Breaking

LightBlog

Tuesday, August 1, 2017

Man City Akan Ciptakan Peluang dari Tendangan Gawang

Man-city.id - Manchester City melakukan pergerakan yang cukup mengagumkan di bursa transfer musim panas ini. Kurang lebih 221,7 juta paun dikeluarkan City untuk menggaet lima pemain yang masing-masing adalah Bernardo Silva (AS Monaco - 43 juta paun), Ederson Moraes (Benfica - 40 juta paun), Douglas Luiz (Vasco da Gama - 10,2 juta paun), Kyle Walker (Tottenham Hotspur - 50 juta paun), dan Danilo (Real Madrid - 26,5 juta paun).

Bukan tanpa alasan tentunya City mendatangkan pemain-pemain tersebut ke Etihad Stadium. Melihat hasil musim lalu, tanpa gelar juara, membuat mereka rela menggelontorkan dana fantastis untuk beli pemain di bursa transfer ini.

Posisi penjaga gawang menjadi salah satu kebutuhan krusial City untuk mengarungi kompetisi musim 2017/2018. Mereka baru saja melepas Willy Caballero yang akhirnya merapat ke Chelsea dan Joe Hart ke West Ham United, hal yang kemudian membuat mereka hanya memiliki Claudio Bravo di pos tersebut. City kemudian menggaet Ederson Moraes.

Kehadiran pemain berusia 23 tahun itu di Etihad Stadium jelas akan menjadi pesaing bagi Bravo untuk memperebutkan posisi inti penjaga gawang pada musim depan. Sinyal bahaya kedatangan Ederson bagi Bravo, ketika Josep Pep Guardiola menyebut kiper asal Brasil itu memiliki karakter dan kemampuan yang sesuai dengan yang diharapkan Pep.

Sejak musim lalu, Pep memang mengharapkan penjaga gawang yang bisa ikut berperan dalam penyerangan. Artinya kiper harus memiliki kemampuan yang baik dalam membangun serangan. Joe Hart kemudian didepak pada awal musim 2016/2017 karena dianggap tak sesuai dengan apa yang diharapkan Pep.

Bravo kemudian di datangkan dari Barcelona, namun penjaga gawang asal Cile itu juga sepertinya belum mampu memenuhi kriteria penjaga gawang yang sesuai dengan keinginan Pep, karena pada kenyataannya pada musim lalu Caballero lebih sering diandalkan di sektor tersebut.

Namun Pep sepertinya mulai bisa menemukan kriteria kiper idamannya pada sosok Ederson. Dalam sebuah sesi konferensi pers, Pep mengungkapkan bahwa Ederson memiliki kemampuan tendangan jauh yang sangat bagus untuk memulai serangan. Menurutnya, hal tersebut memungkinkan City mencetak gol yang bermula dari umpan panjang tendangan gawang. Apalagi, aturan offside tidak berlaku bagi pemain yang menerima umpan langsung dari tendangan gawang.

Kemampuan menendang yang bagus ditunjukkan Ederson saat City bertanding melawan Tottenham Hotspur dalam turnamen pra musim International Champions Cup (ICC), Sabtu (28/7) kemarin menjadi contohnya. Saat itu, Ederson melakukan tendangan gawang, bola melayang jauh hingga mencapai bibir kotak penalti lawan.

Sergio Aguero seperti sudah mengetahui bahwa bola akan mengarah ke titik tersebut, kemudian ia berlari dan berhasil menerima umpan tersebut tanpa pengawalan dari para pemain Spurs. Beberapa pemain belakang Spurs coba menghadangnya, namun Aguero mampu berkilah, ia langsung melepaskan tendangan keras. Sayang bola hasil tendangannya membentur tiang kiri gawang yang membuat bola keluar.

"Dia memiliki kualitas ini (tendangan), melalui tendangan gawang saat lawan membuat tekanan tinggi ini rumit. Tapi sekarang kami memiliki kesempatan untuk mengirimkan bola ke gawang lawan dengan cara tersebut. Tentu saja kami memiliki sedikit ruang lebih banyak di tengah. Dan tentu saja dia menciptakan peluang bagus bagi Sergio untuk mencetak gol,” katanya seperti dikutip dari Goal Internasional.

Kemampuan Ederson sudah dipantau Pep sejak ia masih menukangi Bayern Muenchen. Saat itu, Muenchen berkesempatan melakoni pertandingan melawan Benfica di Liga Champions musim 2015/2016. Dalam pertandingan tersebut, Pep mengaku melihat bagaimana kemampuan Ederson dalam melepaskan tendangan.

"Ketika saya masih melatih Bayern Muenchen, kami pernah bermain melawan Benfica di Liga Champions dan dia berada di sana. Kami mencoba menganalisisnya. Kemudian saya melihat bagaimana kemampuan Ederson yang bisa langsung membalikkan situasi dan sangat menguntungkan untuk timnya sendiri,” tegasnya.

Bagaimana dengan Nasib Bravo?

Ketika Pep sudah melemparkan pujian kepada Ederson, tentu ini adalah sinyal positif baginya untuk mendapatkan tempat utama di Etihad. Kemudian, pertanyaan yang muncul tentunya, bagaimana dengan nasib Bravo? Apakah dia akan mengalami nasib yang sama dengan Joe Hart yang terdepak di awal musim lalu?

Jawabannya mungkin saja tidak, sebab bila Bravo pergi maka hanya tersisa Ederson seorang di pos penjaga gawang. Mengandalkan pemain muda untuk menjadi pelapis Ederson agak terlalu riskan, sehingga mempertahankan Bravo tetap menjadi opsi terbaik. Sebab, hal tersebut juga bisa berpengaruh positif bagi kondisi tim, karena dua penjaga gawang itu akan saling bersaing menunjukkan kemampuan terbaiknya untuk mendapatkan tempat utama. Tentu itu akan menjadi kondisi yang menguntungkan bagi City.

Pep tahu betul dengan kondisi itu, sehingga ia menyatakan bahwa Bravo tetap menjadi bagian penting City pada musim depan. Pelatih asal Spanyol itu menambahkan bahwa kesempatan bermain bagi Bravo dan Ederson sama besarnya. Kemungkinannya, ia akan menerapkan skema yang hampir mirip dengan musim kemarin, yaitu memainkan kedua penjaga gawang secara bergantian.

"Dia kiper kami, dia akan bersama kami. Kemungkinannya akan seperti musim lalu, kadang saya bermain Willy dan kemudian saya memainkan Claudio dan kemudian saya kemudian saya memainkan Willy dan setelah itu Claudio,”

“Saya akan melihat apa yang akan terjadi, saya tidak memutuskan apa yang akan terjadi, saya belajar dari sembilan tahun saya sebagai manajer, saya punya ide, dan setelah saya mengikuti sesi latihan dan saya melihat, saya melihat pemain saya,” terangnya.

Mantan juru taktik Barcelona itu juga mengungkapkan bahwa menghadapi kompetisi super sibuk kedalaman skuat menjadi hal yang paling utama. Posisi penjaga gawang pun penting. Pep mengungkapkan bahwa menghadapi persaingan tinggi di kompetisi, timnya membutuhkan dua penjaga gawang dengan kualitas mumpuni.

"Saya tidak pernah meragukan kualitas Claudio, Claudio adalah kapten tim nasional dan saya tahu betapa pentingnya dia di dua Copa America dan final Piala Konfederasi. Tapi kami memutuskan untuk membeli Ederson,” tegasnya.

“Dia (Ederson) menunjukkan kepada kami hal-hal menakjubkan, bukan hanya tendangan gawang tetapi juga dia banyak melakukan penyelamatan, dan punya kemampuan untuk menutup ruang. Dia punya kemampuan yang baik dalam membuat keputusan. karena itulah saya menginginkannya karena untuk bersaing di tingkat tinggi kita membutuhkan dua kiper yang hebat, jika kita tidak memiliki Itu, kita tidak bisa," sambungnya.
LightBlog