Breaking

LightBlog

Saturday, December 10, 2016

Pep Guardiola: Saya Tidak Memberi Latihan Merebut Bola

Pep Guardiola kembali gigit jari. Setelah kemampuan taktikalnya dikalahkan oleh manajer asal Italia, Antonio Conte, kini giliran juru taktik asal Italia lainnya yang mengalahkan anak asuhannya; Claudio Ranieri bersama Leicester City-nya. Pada laga yang digelar Sabtu (11/12/2016), Manchester City takluk 4-2 dari Leicester City.

Bahkan Leicester langsung unggul 3-0 pada 20 menit pertama. Pada 20 menit pertama tersebut, meski City lebih banyak menguasai bola, City kesulitan menghentikan serangan Leicester. Tiga gol pertama yang diciptakan Leicester pun tercipta dari empat tembakan saja.
Usai laga yang dihiasi oleh hattrick Jamie Vardy ini, Pep sendiri mengakui bahwa anak asuhannya kesulitan menghentikan serangan Leicester. Hal ini terjadi karena Pep sendiri memang belum pernah memberikan porsi latihan khusus bagi anak asuhnya tentang bagaimana caranya merebut bola.
"Bola kedua adalah konsep pasti di Inggris ini, di sini mereka banyak melakukan tekel untuk merebut bola," ujar Pep seperti yang dikutip Sky Sports ketika diintai komentar tentang City yang tak melakukan satu tekel berhasil pun di 38 menit pertama.
Pada laga ini, City hanya mencatatkan 12 upaya merebut bola. Jumlah tersebut berbanding jauh dengan yang dilakukan Leicester, 27 kali upaya tackle. Manchester City sendiri saat ini menempati peringkat ketujuh terendah perihal upaya tekel.
"Saya bukan pelatih yang seperti itu, saya tidak memberi latihan merebut bola. Yang saya ingin coba mainkan adalah bermain bagus dan mencetak banyak gol, lebih sering berada di kotak penalti lawan," sambungnya.
Meskipun begitu, Pep tampak tak akan terlalu fokus pada pemainnya yang tampil kikuk pada laga ini. Menurutnya, sebuah pertandingan tidak ditentukan oleh bisa tidaknya sebuah tim merebut banyak bola.
"Tentang duel untuk memenangi pertandingan memang betul. Tapi ketika Anda bermain bagus dan memenangkan banyak perebutan bola, lalu dalam empat menit tertinggal 2-0, dalam benak pemain mereka akan berkata `Ada apa ini? Apa yang terjadi?`, itu tidak akan mudah bagi mereka. Inilah alasan di aspek lain dalam sepakbola bahwa kemenangan dan kekalahan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan merebut bola," tukas Pep.
Pep memang tetap akan memainkan filosofi bermainnya yang mengedepankan possession football. Baginya, ia hanya perlu membuat anak asuhnya untuk bisa mencetak lebih banyak gol walau mereka harus kebobolan.
"Saya harus terus berkembang untuk mengatasi masalah tersebut. Saya ingin memainkan sepakbola yang sederhana, yang ketika kemasukkan beberapa gol, maka kita harus mencoba mencetak gol lebih banyak," ujar mantan pelatih Barcelona ini.
Kekalahan Manchester City atas Leicester City ini membuat City tetap tertahan di peringkat empat klasemen sementara. Saat ini, City terpaut empat poin dengan Arsenal yang sedang memuncaki klasemen. Akan tetapi jika Chelsea berhasil mengalahkan West Bromwich Albion, makan City akan terpaut tujuh poin dari Chelsea.
LightBlog